yang pertama ini adalah pembahasan tentang peran dan fungsi web pemerintahan
01. Peran
dan Fungsi Website Pemerintahan Sebagai Sarana Komunikasi yang Efektif (G2C –
Governance to Citizen)
Organisasi pemerintah yang berbasis
kepada Teknologi Informasi menjadi hal yang sangat penting dalam abad ke dua
puluh satu di era milineum ketiga ini. Teknologi Informasi adalah suatu
teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan
informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu[12]. Kekuatan suatu organisasi pemerintahan akan sangat
tergantung kepada informasi atau pengetahuan yang dimilikinya, informasi akan
menjadi perekat unsur-unsur yang ada dalam suatu organisasi.
Organisasi yang berbasis kepada
Teknologi Informasi akan berkembang dengan cepat bersamaan dengan makin
tersedianya perangkat komputer yang murah dan mudah didapat. Beberapa periode
yang lalu sedikit sekali orang mendapatkan manfaat dari penggunaan komputer.
Namun pada saat sekarang ini, kebutuhan akan informasi yang realtime sudah
menjadi kebutuhan utama dimana akses informasi tersebut tidak hanya diperoleh
melalui komputer (PC), namun bisa juga diakses melalui laptop, handphone dan
gadget yang terbaru melalui jaringan internet. Penggunaan internet
mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan
lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan
pemerintah melalui sistem otomasi, lebih umum lagi dikenal sebagai world
wide web.
Sejalan dengan itu, peran dan fungsi
pemerintah dalam kerangka mensosialisasikan kebijakan dan informasi yang cepat
sangat mutlak diperlukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan
membuat suatu portal website. Dengan adanya website, informasi, komunikasi, dan
transaksi antara masyarakat dan pemerintah dilakukan via internet. Sehingga ada
beberapa manfaat yang dihasilkan seperti misalnya, komunikasi dalam sistem
administrasi berlangsung dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu. Artinya,
pelayanan pemerintah pada masyarakat menjadi sangat cepat, service dan
informasi dapat disediakan 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Informasi
dapat dicari dari kantor, rumah, bahkan mobile dimanapun tanpa harus hadir
secara langsung. Fungsi ini disebut sebagai fungsi pelayanan pemberian
informasi secara G2C (Government to Citizen)[12]. Fungsi
lainnya adalah G2B (Government to Business), dan G2G (Government to
Government).
Pada perkembangannya fungsi website
diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi yang bersifat pasif,
namun diharapkan bisa bersifat dinamis, sehingga fungsi dan peran website
menjadi dua arah dan timbul efek timbal balik. Seperti telah di jelaskan dalam
Instruksi Presiden No. 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan E-Government, yang mana berangkat dari pemikiran tentang
pertimbangan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam proses pemerintahan yang
diyakini akan meningkatkan efesiensi, efekstifitas, transparansi serta
akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan[11]. Dengan terwujudnya
website yang bersifat dinamis, diharapkan akan diperoleh aliran informasi yang
optimal antara pemerintah-masyarakat dan sebaliknya, sehingga masyarakat akan
terbangun rasa memiliki dan rasa kebutuhan akan website tersebut sebagai
penyambung aspirasinya. Seiring dengan itu dengan adanya kemanfaatan website
tersebut akan semakin meningkatkan efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan
pemerintahan.
Unsur terpenting dari sebuah
tampilan yang efektif situs web di internet adalah isi (content)
dan disain yang baik serta menarik. Sebuah situs web pemerintah daerah
mempunyai persyaratan minimal untuk isi. Pengelola situs web pemerintah
daerah harus mampu menentukan apa yang diharapkan oleh para pengguna mengenai
apa yang seharusnya ada di situs web. Menurut panduan dari KOMINFO maka
isi minimal pada setiap situs web pemerintah daerah adalah :
1) Selayang
Pandang
Menjelaskan secara singkat tentang
keberadaan Pemerintah Daerah bersangkutan (sejarah, motto daerah, lambang dan
arti lambang, lokasi dalam bentuk peta, visi dan misi).
2) Pemerintahan
Daerah
Menjelaskan struktur organisasi yang
ada di Pemerintah Daerah bersangkutan (eksekutif, legislatif) beserta nama,
alamat, telepon, e-mail dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari
Pimpinan Daerah ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya.
3) Geografi
Menjelaskan antara lain tentang
keadaan topografi, demografi, cuaca dan iklim, sosial dan ekonomi, budaya dari
daerah bersangkutan. Semua data dalam bentuk numeris atau statistik harus
mencantumkan nama instansi dari sumber datanya.
4) Peta Wilayah
dan Sumberdaya
Menyajikan batas administrasi
wilayah dalam bentuk peta wilayah (sebaiknya digunakan peta referensi yang
dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional – Bakosurtanal,
atau instansi pemerintah lainnya yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat
peta), dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam bentuk
peta sumberdaya (digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh instansi
pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta) yang dapat
digunakan untuk keperluan para pengguna.
5)
Peraturan/Kebijakan Daerah
Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda)
yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan. Melalui situs web
pemerintah daerah inilah semua Perda yang telah dikeluarkan dapat
disosialisasikan kepada masyarakat luas.
6) Buku Tamu
Tempat untuk menerima masukan dari
pengguna situs web pemerintah daerah bersangkutan. [www.kominfo.go.id]
Namun dengan persyaratan website
yang minimal, fungsi sebuah website menjadi tidak maksimal. Link website yang
digunakan sebagai tempat tukar informasi dan untuk mendapatkan feedback hanya
diperoleh melalui link Buku Tamu. Sedangkan pengunjung suatu website, tidak
semuanya akan mengakses menu buku tamu. Akan lebih baik apabila website yang
dikelola oleh pemerintah mempunyai system pemrograman dan aplikasi database
yang lebih terintegasi.
Dari referensi yang diperoleh[11]
dinyatakan bahwa dalam suatu pengembangan website ada beberapa tingkatan
seperti dijelaskan berikut ini, yaitu :
- Fase pertama merupakan fase penampilan website (web presence) yang berisi informasi dasar yang dibutuhkan masyarakat.
- Fase kedua merupakan fase interaksi yaitu isi informasi yang ditampilkan lebih bervariasi, seperti fasilitas download dan komunikasi e-mail dalam website pemerintah.
- Fase ketiga, tahap transaksi berupa penerapan aplikasi/formulir untuk secara online mulai diterapkan.
- Fase empat adalah tingkat Pemanfaatan yang berisi Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat Government to Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Citizen (G2C).
Pada fase pertama website mulai
dirilis untuk dikenalkan kepada masyarakat. Persyaratan minimal website
pemerintahan ada dalam fase ini. Pada fase kedua sudah mulai terbentuk
komunikasi dua arah antar server dengan klien sehingga website mulai bersifat
dinamis. Pada fase ketiga, aplikasi pemerintahan yang biasanya bersifat
konvensional dengan hardcopy mulai di konversi kedalam bentuk softcopy. Dari
perubahan bentuk hardcopy ke dalam softcopy ini sudah mulai didapatkan manfaat
dari ke-efesiensian biaya, misalkan biasanya selalu menggunakan kertas sekarang
menjadi berupa file (paperless), sehingga mengurangi biaya pembelian kertas dan
tinta. Pada fase ke empat semua aplikasi pemerintahan sudah berbasis web, untuk
itu dibutuhkan konversi pemrograman yang bukan berbasis web kedalam bentuk web.
Misalkan dalam aplikasi electronic procurement, manajemen dokumen
berbasiskan web, formulir elektronik seperti pembayaran retribusi, pajak
properti atau lisensi.
Contoh lain [9] dengan
adanya layanan government internet banking (BIG-eb) Pemerintah dapat memperoleh
informasi/data keuangan Rekening Pemerintah di BI secara online dan real time
segala transaksi yang berkaitan dengan keuangan Negara seperti memonitor saldo
dan mutasi rekening, mencetak laporan, mendownload data rekening, melakukan
tata usaha pengguna, dan melakukan transaksi secara elektronik dan online. Juga
untuk mendukung kebutuhan Pemerintah meningkatkan pengawasan dan pengelolaan
anggarannya (G2B- Government To Business).
Saat ini telah banyak instansi pemerintah pusat
dan pemerintah daerah otonom yang berinisiatif mengembangkan pelayanan publik
melalui jaringan komunikasi dan informasi dalam bentuk website. Melalui data
yang ada di Kementerian Komunikasi dan Informasi per November 2007 dapat 02. Mesin pencari web atau web search engine
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup, di antaranya yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.[1]
Nah itulah dia situs kementrian kesehatan yang sedang saya analisa ini, situsnya berada paling atas dari hasil pencarian di google
03. Apa itu Web Archive ?
Web Archive
adalah Sebuah file format terkompresi, didefinisikan oleh Java EE standar,
untuk menyimpan semua sumber daya yang diperlukan untuk menginstal dan
menjalankan aplikasi Web dalam satu file.
Bagaimana cara kerja web archive ?
Menyimpan dan
mengarsipkan sebuah halaman web .
Contoh Web Archive :
Local Website
Archive
Aplikasi inilah
yang memampukan kamu dapat dengan cepat untuk menyimpan dan mengarsipkan secara
lengkap halaman web, disertai dengan keseluruhan gambar untuk tujuan digunakan
sebagai referensi. Kamu dapat mengorganisasir arsip halaman web ke dalam
kategori-kategori yang relevan atau sejenis, dan dapat menggunakan built-in
browser display untuk menampilkannya secara offline.
Sebagai tambahan,
kamu juga dapat melakukan pencarian keseluruhan halaman web yang tersimpan
melalui penggunaan keyword, serta dapat melakukan ekspor secara keseluruhan
ataupun beberapa item saja yang terseleksi ke dalam sebuah file executable
selfextracting. File tersebutlah yang dapat digunakan untuk mengirimkan
koleksi-koleksi kamu tersebut kepada teman, ataupun melakukan transfer ke
sebuah komputer berbeda.
04. Pengukuiran Atau Ukuran
Oke berlanjut ke ukuran web kementrian kesehatan ini, disini saya menggunakan www.alexa.com untuk melihat ukuran web kementrian kesehatan www.depkes.go.id.
Ya itu sekian dari analisa saya pada web kementrian kesehatan, jika ada saran dan kritik silahkan saja, saya akan terima dengan baik
Kelompok 6 Softskill : Abdul Azis
: Yoga Bagashakti
: Hady Rizky F